Wanita


***



...................................................................................................

Helaian busana membalut
Sekilas tubuh
Di pandangan ini
Menggantung cermin di hadapan
Dia kuat, dia masih melihat

Kesan menjadi wanita
Dalam banyak cerita
Seperti realita
Mendekati drama
Emosi dan kontrol diri
Datang laksana kuda yang berlari
Namun takdirnya memiliki hati
Yang diandalkan tetaplah rasa
Dan, akhirnya bertahan

Keelokan dibalik wajah
Menggagas siluet
Tegaskan semua sikap dan pribadi
Rona kemerahan akibat matahari
Ataukah, kenyataan indah yang dibawa dari mimpi

Matanya bicara, sobat
Hangat, tapi menjerat
Bibir seakan tak perlu menjelaskan
Senyumannya penuh arti,
Begitu menawan

Harumnya sampai ke langit
Ketujuh,
Tapi bukan bidadari
Dia hidup membawa diri
Dan harapan, karena
Pencitraan hanya sekedar estetika

Air matanya sarat kepiluan
Kau, takkan pernah menemukan
Ketegaran yang luar biasa
Dari sosok lemah lembut yang makin melemah
Kala itu

Dia sosok yang rumit
Sulit didefinisi
Engkau kesal
Melihatnya peduli akan detail
Bagimu tak penting
Baginya sangat penting
Terutama, di depanmu

Mudah saja, kau selami
Ringkasan hati
Aslinya, cukup sederhana

Aku tahu bahwa dia penipu
Terpaksa menutup sedih
Dengan senyuman lirih

Dia merasa sempurna
Disaat pujianmu berada
Rasanya diawang-awang
Kecuali satu tabiat
Sekedar cari muka, bergelagat
Kau akan disikat

Jangan main mata
Dia lebih melata

Menggemaskan, memang
Tetapi dia indah
Kau akan melihat dunianya
Obrolan singkat
Justru jadi candumu
Canda tawanya
Justru jadi alasan akurat

Benar-benar pencinta
Dibalik peraduan

Selalu menampilkan sisi tangguh
Biarpun raganya telah jatuh
Itulah dia, wanita
Pujaan kasih pria;
Pendamping seumur hidupnya

_

#thediary

1.18 AM

Comments

romantic poems