Feelings #41
Mengenai sorotan publik terhadap rapat konsultasi s/d rapat paripurna kemarin, setidaknya aku mulai menyimpan satu pandangan.
Padahal sebenarnya sih sudah tidak mau lagi berkomentar dan memilih untuk tutup mulut saja, lagipula sadar juga kalau kami ini cuma anak kemarin sore.
Tapi gemas juga melihatnya, banyak deklarasi maupun interupsi dilakukan hanya demi mengumbar cita supaya banyak dipilih rakyat. Justru jadi pesimis, siapa yang pantas untuk dipilih. Malu-lah sama masyarakat, pemuda, mahasiswa, anak-anak sekolah yang pemikirannya mulai cerdas dan lebih kritis melihat kejadian seperti itu; dan yang dibutuhkan itu implementasi, bukan sekedar orasi, yang seolah-olah menggambarkan pada kami bahwa mereka semua ingin "diperhatikan".
Ah, sayangnya aku bukan tukang kritik yang handal.

Comments
Post a Comment