Suara Hati
di sebuah ruangan hening yang
gelap gulita,
aku seorang diri
bersimpuh, tertunduk
tertekuk akan rahasia hidup
yang tak memiliki batas
terjerat dalam jutaan pikiran
dan amarah
hingga dinding jadi saksi
karena aku bertanya : ada apa
dengan semua ini
mengapa kubiarkan emosiku lari
tanpa kesadaran
kuakui, ku telah berubah
ku tak pernah mencoba ‘tuk
katakan semua hal yang telah kupikirkan, padahal aku bisa
‘tuk menunjukkan bahwa apapun
yang telah ada, sudah terpikir olehku sebelumnya
tapi mereka anggap aku lemah
dan tak tahu apa-apa
karena ku hanya diam
ketika semuanya telah terjadi,
segalanya kini terlambat
akhirnya, salahku kembali
mungkin aku harus bicara dan
jangan diam lagi
jangan bertindak aneh seperti
ini lagi
cobalah untuk berpikir lebih
dalam, lebih bijak, lebih berwibawa
kamu BISA
kamu tidaklah aneh seperti apa
yang mereka katakan
semua orang tersenyum padamu
agar kamu menjadi seseorang
yang tangguh dan tak kenal rasa takut
percayalah, mereka ada untukmu
hadir dari hati yang penuh akan
ketulusan
segala pertanyaan berkecamuk di
dada
inikah saatnya aku akan menjadi
seseorang yang dingin?
yang hanya bungkam menerima
keadaan pahit
yang tersenyum licik, memandangmu
sinis
aku bukan wanita yang pergi
dari masalah
walaupun harga diriku jatuh,
aku tak peduli
tapi mengapa dunia tega
tinggalkanku disini
sendiri dalam kemisteriusan
hidupku yang tak berujung
oh, tidak
hidup terasingkan itu teramat
menyakitkan
meski kita selalu punya
kesempatan ‘tuk peduli dengan orang lain
tapi mereka? belum tentu
dan aku harus bertahan
sampai nanti mereka dapat
melihatku tercengang
pahami akan keajaiban di dalam
hatiku
yang tersembunyi dari wajah nan
redup
kegalauan ini mengusikku
perasaanku sekarat
akan kemana ku terbangkan
bisuku
lewat sayap-sayap malaikat
sungguh rumit memang
dan serba salah
bicara, takkan ada yang
mengerti
tak perlu bicara, keadaan
selalu tak terdefinisi
aku takut Tuhan lelah akan
semua pengaduanku
namun hanya DIA saja yang setia
mendengarkan setiap keluhan
setiap derasnya air mata,
setiap pengorbanan
dari hinaan
cukup, aku tak ingin seperti
ini terus
berjanjilah ! sumpah aku tak
boleh kalah karena lelah
jadi, aku harus ubah pendirianku
sekarang
sebelum semuanya lari dari sisi
dan pergi.

Comments
Post a Comment