Salju
by
: Cinintya Listianti
Tiada yang lebih indah, selain rasakan hati
yang tenang.
Membayangkan berada diantara butiran putih
penuh cinta.
Tertanda jalan setapak yang kutelusuri
perlahan.
Terlepas dari semua itu, hatiku memang
sedingin salju.
Kepalan tangan meremas bekunya suasana.
Tak peduli betapa keras udara dingin merasuk.
Sekeras terjangan pikiran yang menggantung
setiap hari.
Apakah aku akan tetap bertahan sendiri
selamanya?
Pertanyaan itu selalu menggema di telingaku.
Namun perasaan ini masih terselubung ketakutan
mendalam.
Entah karena aku tak mau mencoba,
Atau memang bukan engkaulah kesempatan
terakhirku.
Masa lalu menggugah.
Kejadian yang tak terdefinisikan.
Hanya saja ku lebih memilih pergi dari
dunianya,
Agar ia memahami bahwa aku sanggup.
Semenjak hari itu aku mulai menyadari.
Bahwa aku takkan berharap mencintai siapapun lagi.
Untuk saat ini saja.
Butuh separuh masa bagiku menyatukan serpihan
luka hati.
Berhentilah membuatku galau.
Kini aku tak bergeming sedikitpun karena semua
itu.
Apapun yang kujalani, inilah pilihanku.
Biarlah awan kabut yang hilangkan rasa raguku.
Meski aku belum tahu bagaimana rasanya
dimiliki seseorang,
Tapi yang aku butuhkan sekarang adalah waktu.
Sebelum musim bungaku bersemi suatu hari nanti,
Setelah salju berhenti --- hiasi dinginnya
jiwaku.

Comments
Post a Comment