Kau Di Mataku



Hari ini ia tidak seperti biasanya.

Dan aku hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan seraya berpikir bahwa dugaanku kali ini tidak salah.

Satu pertanyaan yang berbekas di hatiku : apakah dia akan membenciku - - - untuk saat ini dan selamanya.

Dan entah mengapa keberadaannya itu, sangat memusingkanku.

Pandangannya kelabu.

Begitu meragukan.

Ketakutan terbesarku adalah ketika ia menatapku, sarat kebenciannya menyilaukanku.

Dan penyebab dirinya adalah aku.


……………………………………………………………


Sungguh betapa malu dan salahnya aku karena telah mencintaimu.

Seharusnya aku mengerti jika aku tak terlalu menarik di depan penglihatanmu.

Tak terlalu menarik hatimu.

Meski aku salah karena itu, tapi aku yakin bahwa aku tak bersalah jika aku sedang mencintai seseorang, aku akan melakukannya sesempurna mungkin.

Bahkan lebih dari itu.

Dengan hati dan jiwaku.


……………………………………………………………




Entah mengapa setiap kali aku membayangkanmu, dunia serasa dipenuhi oleh aura.

Auraku ketika ku tersenyum atas dirimu.

Selalu menemukanmu pada matahari pagiku.

Sipu maluku saat melukiskan sinar matamu di senja hariku.

Meronanya parasku waktu kau tampakkan bayangmu diantara mega biru nan mendung.

Atau yang lain?


……………………………………………………………


Atau berdiri terpaku menahan kemilaumu , yang berada dalam keheningan malamku.

Menemani bintang dan rembulanku.

Hingga tiada satu orangpun yang melihatku disini.

Menyendiri tuk pandangi nuansa langit penuh romansa.

Sampai letih - - - dan berhenti.
  

……………………………………………………………


Dan esok teramat pagi ku ‘kan sambut datangmu kembali.

Begitu seterusnya.

Meski kau tak disisi, tapi aku selalu bahagia.

Karena senyummu selalu menghiasi hari-hariku.

Walau impian ini terus menerus memudar dari waktu ke waktu.

Untuk memilikinya.

Itu pasti takkan terjadi.

Kecuali keajaiban yang datang tuk sempurnakan hidupku.

Tapi itu semua hanya mimpi.


……………………………………………………………


Kini kusadari,

Ternyata cinta itu tak pernah memiliki alasan.

Bahkan ketika aku merasakannya sedalam ini.

Aku tak tahu apakah orang lain juga merasakan hal yang sama seperti halnya diriku.

Atau tidak sama sekali dan hanya beberapa.

Visi misiku untuk mencintaimu adalah menjadikanmu sesuatu yang berarti saat pertama kali mengenalmu, saat bersamamu, dan mengenangmu untuk yang terakhir kalinya ketika zaman memisahkan atas nyawa kita.

Ketika tiba saatnya kau lepaskan genggamanmu tuk biarkan aku pergi.

Pergi jauh kesana.

Tanpa ada lagi rasa sakit dan pedih yang tersisa.

Ya, aku menginginkan hal itu.

Aku benar peduli.


……………………………………………………………


Jadi, aku harap, kau dapat menerka apa saja yang menjadi alasan mengapa aku teramat sangat menyayangimu.

Atau apapun yang telah kukorbankan demi kebahagiaanmu.

Penghargaanmu atasku, akan menjadi suatu kehormatan bagiku.

Meski apabila kau tak mencintaiku, aku akan tetap berusaha berpaling darimu.



……………………………………………………………



Oh Tuhan,

Kau terlalu baik padaku.

Kau ajari aku tentang cinta, dan seluruh bagian yang ada di dalamnya.

Kau merahmatiku.

Andaikan dia takdirku, segalanya pasti takkan pernah terasa hampa.

Namun tak mengapa, aku selalu paham akan semua rencana dibalik maksudmu.

Maka berikanlah aku yang terbaik, begitu juga dengan dirinya.

Semoga aku tidak salah lagi, bahkan justru benar adanya.

……………………………………………………………



Salam hangat dari cinta terdalamku, untuk kehidupanku.


romantic poems