Honey Kiss Forever, Daddy
Backsound
: Luther Vandross - Dance With My Father Again
Tak terasa detak jam
dindingku berakhir pada satu titik.
Malam milikku berubah
kian menyepi.
Rembulan yang ku
tunggu telah pergi.
Kesendirianku
menampik semuanya. Kini ku sungguh terjaga.
Kerlingan mataku ---
basah karena tetesan air ini.
Butuh kesadaran diri
yang kuat ‘tuk kendalikan emosi sesaatku.
Mengenangmu.
Tahukah kau bahwa :
terkadang aku berusaha menahan bayanganmu.
Terlukis jelas seperti
wajah bunda saat ku tertidur. Kau pun begitu.
Dengan do’a yang
kupinta untukmu sebelum ku terbang lalui mimpi-mimpi.
Dengan beberapa
kekuatan hati agar ku sanggup.
Dengan bisikan lirih
yang ku ucap. Merindu dikau, Ayah...
Saat ku masih dalam
pelukanmu... dunia kita terlihat istimewa.
Ayunan itu... sepeda
itu... selang air itu...
Di rumah mungil kita.
Mobil sedan bernuansa
merah menyala itu menjemputku sepulang sekolah.
Dan kau... berada di
dalamnya. Tersenyum melihatku berlari menghampirimu.
Di antara pegangan
setir mobil yang selalu kau genggam.
Dan mengantarku
pulang...
Kau selalu tersenyum
saat kau pandangi aku.
Tertidur pulas di
dalam mobilmu. Mengelus rambutku penuh kasih sayang...
Kemudian,
Perjalanan kita terhenti
dalam sebuah restoran.
Menikmati sepiring
makanan restoran favorit kita.
Kau hanya menyantap
sedikit, dan sisanya selalu untukku.
Lalu ku temani saat
kau kembali bekerja paruh waktu.
Sampai bunda
meraihku.
Menjadi lebih besar.
Aku masih belia saat
itu.
Punya kepribadian
yang kau ajarkan selalu.
Jangan pernah takut
melawan apapun : hadapi jika benar dan sadari bila salah.
Sekuat dan setangguh
apapun anak laki-laki... tetap harus berani.
Anak perempuan itu
bukan berarti harus menangis.
Ayah, aku harus
bagaimana.
Tubuh kurus kecilku
tak mampu membatasi rintangan yang ada.
Tapi karena kau
ingin. Maka aku pun menjadi anak yang kau ingin.
Aku tahu sekarang.
Sebelum bertengkar,
aku harus hitung kancing baju lawanku dulu.
Betul kan, Yah?
Bunda selalu ingin
agar aku menjadi anak perempuan yang manis.
Ayah justru tidak. Sungguh
tak ingin ku punya pacar di sekolah.
Sehingga inilah aku.
Yang berpenampilan
tak menentu.
Ku suka dengan semua
yang sudah terjadi. Meski awalnya ku tak tahu.
Hanya dari cara
pandang dirimulah, ku mengerti.
Sangat memilukan ketika
mengingat pertengkaran kita.
Masa remajaku memang
dikelilingi pria, Yah.
Pahamilah.
Aku tetap putrimu
yang memegang konsekuensi --- biarpun hal itu adalah sakit.
Mungkin kejadian itu
ialah kesalahpahaman yang tak berarti.
Ketika kujelaskan
namun kau menatapku sinis.
Atau diriku yang
ingin berteriak atas kekeliruan ini.
Semua orang butuh
proses untuk memahami sesuatu. Itu katamu.
Mungkin kita hanya
membutuhkan waktu. ---
Semakin besar dan
semakin beranjak dewasa...
Kau lepas aku dari
semua peluk dan perhatian.
Kita mulai berpisah
dengan satu isyarat.
Yang ku rekam dalam memori perjalanan hidupku.
Kuputuskan ‘tuk
berada jauh di sini, hilang dari tatapmu.
Agar ku tahu betapa
besar arti suatu pertemuan kita.
Yang ku alami sekian
tahun hingga menapaki jalanku sendiri.
Apakah kau merasakan
hal yang sama.
Rindu saat-saat kita luangkan waktu bersama, tertawa bersama, pergi berpetualang seirama dengan burung-burung di langit sana...
Album kenangan kita masih terikat dalam sanubari...
Kapan ku punya saat-saat terindah yang seharusnya kuhabiskan denganmu lagi?
Kini yang ada padaku adalah ucapan-ucapan manismu.
Melalui setiap pesan dalam ponsel milikku.
Terutama pada malam-malamku. Bintang seakan telah terganti sinarnya.
Terjebak di antara haru dan tangisku.
Ku yakin bunda bahagia menyaksikannya.
Honey kiss forever, my perfect daughter.
Sweet dreams and get the best.
The kind of love from me to you all forever.
Good night, baby.
Dan aku tidak pernah berhenti untuk berharap.
Bahkan saat kita menyanyikan lagu kesukaan bersama.
Love is just the great pretender by Animal Nightlife.
Cinta itu memang sebuah tuntutan besar untuk dihadapi, terutama untuk dirimu yang semakin menua dan bijak. Kau tetap butuh seseorang yang bisa menemanimu sampai nanti. Janganlah kau elakkan keharusan ini, bagiku itu semua sudah sepantasnya. Bukankah sudah waktunya untukku membalas?
Pegang janjiku.
Agar selalu menjadi anakmu yang berbakti. Melindungi siapapun yang lemah... menjaga sikapku sebagai anak yang baik dari segala perlakuan dan tutur kata; ingin sepertimu yang punya sejuta kebijaksanaan dan ketegaran... belajar hidup sederhana dimulai dari sesuatu yang kecil... senantiasa ingat pada Tuhan dengan segala kerendahan hati...
Atau nasihat-nasihatmu.
Berhati-hati dalam memilih dan mencintai seseorang. Jangan terlalu tergesa-gesa dalam menentukan siapa yang berhak dicintai. Sebaik-baiknya pria adalah yang berhasil menahan keinginannya untuk memilikimu, karena dia tahu, bila suatu saat memang disatukan, kau tetap cinta sejatinya...
.................................................................................................................................................................
Honey kiss forever, Daddy. ---
Rindu saat-saat kita luangkan waktu bersama, tertawa bersama, pergi berpetualang seirama dengan burung-burung di langit sana...
Album kenangan kita masih terikat dalam sanubari...
Kapan ku punya saat-saat terindah yang seharusnya kuhabiskan denganmu lagi?
Kini yang ada padaku adalah ucapan-ucapan manismu.
Melalui setiap pesan dalam ponsel milikku.
Terutama pada malam-malamku. Bintang seakan telah terganti sinarnya.
Terjebak di antara haru dan tangisku.
Ku yakin bunda bahagia menyaksikannya.
Honey kiss forever, my perfect daughter.
Sweet dreams and get the best.
The kind of love from me to you all forever.
Good night, baby.
Dan aku tidak pernah berhenti untuk berharap.
Bahkan saat kita menyanyikan lagu kesukaan bersama.
Love is just the great pretender by Animal Nightlife.
Cinta itu memang sebuah tuntutan besar untuk dihadapi, terutama untuk dirimu yang semakin menua dan bijak. Kau tetap butuh seseorang yang bisa menemanimu sampai nanti. Janganlah kau elakkan keharusan ini, bagiku itu semua sudah sepantasnya. Bukankah sudah waktunya untukku membalas?
Pegang janjiku.
Agar selalu menjadi anakmu yang berbakti. Melindungi siapapun yang lemah... menjaga sikapku sebagai anak yang baik dari segala perlakuan dan tutur kata; ingin sepertimu yang punya sejuta kebijaksanaan dan ketegaran... belajar hidup sederhana dimulai dari sesuatu yang kecil... senantiasa ingat pada Tuhan dengan segala kerendahan hati...
Atau nasihat-nasihatmu.
Berhati-hati dalam memilih dan mencintai seseorang. Jangan terlalu tergesa-gesa dalam menentukan siapa yang berhak dicintai. Sebaik-baiknya pria adalah yang berhasil menahan keinginannya untuk memilikimu, karena dia tahu, bila suatu saat memang disatukan, kau tetap cinta sejatinya...
.................................................................................................................................................................
Daddy, actually I don’t want you feel the same things. Like this. But my heart can’t control it to erase my everything. There’s something in my deepest heart now : it’s you. May your sleep aren’t disturb by my heart voices. Keep stay in smiling and happiness. I will be right here to memorize you, always.
Honey kiss forever, Daddy. ---
